Perangkat Penyusun Komputer (Lanjutan 2)

casing dan cpu

Memory
CPU hanya dapat menyimpan data dan instruksi di register yang berukuran kecil sehingga tidak dapat menyimpan semua informasi yang dibutuhkan untuk keseluruhan proses program. Untuk mengatasi hal ini, maka CPU harus dilengkapi dengan alat penyimpan yang berkapasitas lebih besar yaitu memori utama. Unit ini dapat dibayangkan sebagai sekumpulan kotak-kotak yang masing-masing dapat menyimpan sepenggal informasi baik data maupun instruksi. Tiap lokasi dari kotak ditunjukkan oleh suatu alamat (address).
    Ukuran memori ditunjukkan oleh satuan byte. Misalnya 1 Mb, 4 Mb, 8 Mb, bahkan sampai 256 Mb.

-Random Access Memory (RAM)
    Semua data dan program yang dimasukkan melalui alat input akan disimpan terlebih dahulu di memori utama, khususnya RAM, yang dapat diakses secara acak (dapat diisi/ditulis, diambil atau dihapus isinya) oleh pemrogram.

-Read Only Memory (ROM)
    Dari namanya, ROM hanya dapat dibaca sehingga pemrogram tidak bisa mengisi sesuatu ke dalam ROM. ROM sudah diisi oleh pabrik pembuatnya berupa sistem operasi yang terdiri dari program pokok yang diperlukan oleh sistem komputer, seperti program untuk mengatur penampilan karakter di layar, pengisian tombol kunci keyboard untuk keperluan kontrol tertentu dan bootstrap program yang diperlukan saat sistem komputer pertama kali diaktifkan. Pada kasus lain ROM terdiri dari jenis lain seperti PROM ( Programmable Read Only Memory) yang hanya dapat diprogram satu kali dan tidak dapat diubah kembali, EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory) yang dapat dihapus dengan sinar ultraviolet serta dapat diprogram kembali berulang-ulang dan EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory) yang dapat dihapus secara elektronik dan dapat diprogram kembali.


Sekilas tentang BUS

Hubungan antara CPU dengan memori utama ataupun dengan alat-alat input/output (I/O) dilakukan dengan suatu jalur yang disebut bus. Hubungan antara CPU dengan memori utama melalui jalur bus yang dilekatkan pada MDR , MAR (MDR dan MAR dapat lebih jelas dipelajari dalam buku Arsitektur dan Organisasi Komputer, Hamacher) dan unit kendali dalam CPU. Sedangkan bus yang menghubungkan CPU dengan alat-alat I/O tidak dilekatkan langsung ke alat-alat I/O, tetapi dapat dilakukan melalui suatu alat I/O port atau DMA controller atau I/O channel.
        Bus merupakan suatu sirkuit yang merupakan jalur transportasi informasi antara dua atau alat-alat dalam sistem komputer. Bus yang menghubungkan antara CPU dengan memori utama disebut dengan internal bus, sedangkan yang menghubungkan CPU dengan alat-alat I/O disebut external bus. Di dalam internal bus, hubungan antara CPU dengan memori utama dilakukan melalui data bus yang dihubungkan dengan MDR, dan melalui address bus yang dihubungkan dengan MAR, serta melalui control bus yang dihubungkan dengan control unit.


Memori Eksternal
Memori eksternal adalah perangkat keras untuk melakukan operasi penulisan, pembacaan dan penyimpanan data di luar komponen utama yang telah disebutkan di atas. Contoh dari memori eksternal adalah floppy disk, harddisk, cd-rom, dvd dan lain sebagainya. Hampir semua memori eksternal yang banyak dipakai belakangan ini berbentuk disk/piringan. Setiap memori eksternal memiliki alat baca dan tulis yang disebut head (pada harddisk) dan side (pada floppy). 



Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Perangkat Penyusun Komputer (Lanjutan 2)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel